Rabu, 20 Oktober 2010

Kritik kemenangan Periode Kedua Jokowi dan FX Rudi


I.       Alasan dari Kemenangan pasangan Joko Widodo dan FX.Rudi
            Joko Widodo dan F.X Rudi adalah pasangan dari partai politik Partai Demokrasi Indonesia perjuangan  mengalahkan pasangan lainnya dari partai Demokrat. Perlu diingat bahwa ini adalah kedua kalinya pasangan yang dikenal dengan sebutan ”Jody” ini menang pemilu. Yang artinya bahwa ini adalah dua periode pasangan ini memimpin kota Solo Tercinta ini. Sama seperti bangsa Indonesia yang dipimpin dengan pimpinan yang sama hanya beda di wakilnya saja. Sedangkan di kota Solo dipimpin oleh kepala dan wakil yang sama.
            Alasan JODY ini menang, menurut sumber yang saya baca dan pendapat saya bahwa memang tidak ada lawan politik dari pasangan ini yaitu  Eddy Wirabhumi yang dicalonkan oleh Partai Demokrat yang benar – benar bisa menyamai prestasi JODY ini. Apalagi pasangan JODY ini didukung dua partai lain, PKS dan PAN yang berkoalisi dengan PDI-P. Sedangkan Partai demokrat berkoalisi dengan Koalisi Partai Polistik Surakarta ( KPPS ).
            Apalagi kepemimpinan JODY periode sebelumnya sangat berprestasi membangun kota Solo. Pertama yaitu dengan penggusuran pedagang Kaki lima di kawasan Monumen pancasila ke pasar Klitikan Semanggi tanpa perlawanan PKL dan membuat kota Solo semakin bersih. Penarikan wisata domestik dan mancanegara melalui acara tahunan seperti Solo Batik Carnaval, Solo Internasional Etnic Musical dan satu hal lagi yang paling menonjol dan jadi ikon kota Solo yaitu Sepur Kluthuk. Sepur Kluthuk adalah kereta unik dari jaman Belanda yang jalur keretanya melewati tengah kota. Hal ini sangat menarik wisatawan untuk berkunjung di kota Solo sekaligus menambah aset pendapatan asli daerah yang menjadi sumber utama pendapatan kota Solo
            Pembangunan kampung batik Laweyan dan Kauman sebagai salah satu kawasan perkampungan penghasil batik solo. Lalu di sepanjang jalan Slamet Riyadi dibangun city walk yang meniru kawasan Malioboro di kota Jogja yang membuat nyaman para pejalan kaki. Lalu pembangunan di kawasan talut sepanjang sungai pepe yang dulunya terkenal kawasan kumuh dan tidak terawat, sekarang di sepanjang sungai tersebut di buat taman yang diberinama Taman Sekartaji.
            Dalam penerimaan pegawai negeri sipil daerah juga tidak ditemukan kecurangan seperti dalam pemerintahan sebelum Jokowi ini. Hal ini menandakan bahwa selama kepemimpinan Jokowi dan Rudy ini, pemerintahan Solo sudah lumayan bersih dari korupsi. Walaupun hal ini tidak menjamin bahwa pemerintahannya bersih seutuhnya. Hanya sampai saat ini belum ditemukan pelanggaran – pelanggaran kasus korupsi yang melibatkan Jokowi dan Rudy.
            Itulah serangkaian alasan mengapa pasangan Jody dipercaya untuk terpilih kembali karena rakyat masih menghendaki Jody menjadi pemimpin Solo karena bentuk pembangunannya benar-benar terlihat. Bukan hanya janji semata.
II.    Apakah dari kemenangan pasangan Joko Widodo dan F.X Rudi sistem
      politik akan menjadi lebih baik
Menurut saya, dengan kemenangan pasangan Jody ini sistem politik akan sama saja. Mengapa bisa sama saja? Secara pasangan yang memimpin kota Solo tercinta ini sama saja, bahkan tidak ada perubahan kepemimpinan sama sekali. Kalaupun menjadi lebih baik, hal itu mungkin karena belajar dari sistem pemerintahan sebelumnya. Mungkin ketika nanti, pasangan ini memimpin untuk periode yang baru, yang berubah mungkin sistem yang dipimpinnya. Karena periode kepemimpinan JODY ini belum dimulai dan masih dengan kepemimpinan lama. Mungkin saya akan memprediksi bahwa nantinya sistem di kepegawaian yang akan diperbaiki. Mengapa bisa?karena menurut pandangan saya, Jokowi lebih condong ke arah external daripada ke arah internal sistem pemerintahannya. Hal ini mungkin karena sistem pemmilihan walikota menggunakan sistem demokrasi yang mana kepemimpinan diputuskan melalui pemilihan umum daerah. Jadi, Jokowi lebih dekat dengan rakyat nya daripada dengan pegawai yang ada didalam sistem pemerintahannya. Karena sebagian pegawai yang ada di dalamnya berasal dari luar kota Solo, sehingga apabila Jokowi menjagokan kembali sebagai walikota Solo, maka pemilih terbanyak bukan dari pegawainya, tetapi dari rakyatnya. Kesimpulannya adalah mungkin akan sama saja tidak lebih buruk atau lebih baik, karena dari walikota dan wakilnya tidak ada ang berubah.

0 komentar:

Poskan Komentar

Previous Post Next Post Back to Top